Minggu, 30 Desember 2012

Tangguh Keris

Tangguh arti harfiahnya adalah perkiraan atau taksiran. Dalam dunia perkerisan maksudnya adalah perkiraan zaman pembuatan bilah keris, perkiraan tempat pembuatan, atau gaya pembuatannya.

Karena hanya merupakan perkiraan, me-nangguh keris bisa saja salah atau keliru. Kalau sebilah keris disebut tangguh Blambangan, padahal sebenarnya tangguh Majapahit, orang akan memaklumi kekeliruan tersebut, karena bentuk keris dari kedua tangguh itu memang mirip. Tetapi jika sebuah keris buatan baru di-tangguh keris  Jenggala, maka jelas ia bukan seorang ahli tangguh yang baik.

Walaupun sebuah perkiraan, tidak sembarang orang bisa menentukan tangguh keris. Untuk itu ia perlu belajar dari seorang ahli tangguh, dan mengamati secara cermat ribuan bilah keris. Ia juga harus memiliki photographic memory yang kuat. 

Mas Ngabehi Wirasoekadga, abdidalem Keraton Kasunanan Surakarta, dalam bukunya Panangguhing Duwung (Sadubudi, Solo, 1955) membagi tangguh keris menjadi 20 tangguh. Ia tidak menyebut tentang tangguh Yogyakarta, melainkan tangguh Ngenta-enta, yang terletak di dekat Yogya. Keduapuluh tangguh itu adalah:

  1. Pajajaran  
  2. Tuban    
  3. Madura       
  4. Blambangan   
  5. Majapahit
  6. Sedayu     
  7. Jenu     
  8. Tiris-dayu  
  9. Setra-banyu 
  10. Madiun 
  11. Demak 
  12. Kudus 
  13. Cirebon     
  14. Pajang       
  15. Pajang 
  16. Mataram   
  17. Ngenta-enta,Yogyakarta 
  18. Kartasura    
  19. Surakarta

Sementara itu Bambang Harsrinuksmo dalam Ensiklopedi Keris (Gramedia, Jakarta 2004) membagi periodisasi keris menjadi 22 tangguh, yaitu:
  1. Tangguh Segaluh    
  2. Tangguh Pajajaran    
  3. Tangguh Kahuripan      
  4. Tangguh Jenggala     
  5. Tangguh Singasari          
  6. Tangguh Majapahit 
  7. Tangguh Madura              
  8. Tangguh Blambangan    
  9. Tangguh Sedayu             
  10. Tangguh Tuban       
  11. Tangguh Sendang            
  12. Tangguh Pengging
  13. Tangguh Demak               
  14. Tangguh Panjang     
  15. Tangguh Madiun             
  16. Tangguh Koripan     
  17. Tangguh Mataram Senopaten   
  18. Mataram Sultan Agung     
  19. Mataram Amangkuratan     
  20. Tangguh Cirebon     
  21. Tangguh Surakarta           
  22. Tangguh Yogyakarta   
 Ada lagi sebuah periode keris yang amat mudah di-tangguh, yakni tangguh Buda. Keris Buda mudah dikenali karena bilahnya selalu pendek, lebar, tebal, dan berat. Yang sulit membedakannya adalah antara yang aseli dan yang palsu.

Sumber : http://indokeris.blogspot.com/2012/12/tangguh-perkiraan-masa-pembuatan-keris.html